Jejak Lawalangy, Koemo Wuto Sumanomo Liwu

KESEHATAN GIMUL PENGARUHI JANTUNG

Posted on: November 14, 2007

Penyakit kardiovaskular diderita kira-kira 58 juta penduduk Amerika Serikat, khususnya penyakit jantung dan stroke. Penyakit ini merupakan penyebab kematian utama pada laki-laki dan perempuan di Amerika (kira-kira 40 persen dari semua kematian). Badan Kesehatan Dunia (WhO) melaporkan, tahun 2002 tercatat lebih dari 7 juta orang meninggal dunia akibat penyakit kardiovaskular. Dan diperkirakan akan meningkat menjadi 11 juta pada tahun 2020.

Sedangkan di Indonesia, menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 1992, penyebab kematian tertinggi juga diduduki oleh penyakit kardiovaskular yaitu sebanyak 16 persen, sebelumnya diduduki oleh penyakit infeksi. SKRT tahun 1995, angka tersebut meningkat menjadi 18,9 persen. Hasil Suskemas tahun 2001 malahan mencatat angka 26,9 persen.

Macam penyakit jantung

Penyakit jantung dapat dibagi menjadi beberacapa macam. Pertama, penyakit jantung bawaan. Pada penderita jenis ini, jantung tidak normal sejak lahir, misalnya kebocoran jantung. Kedua, penyakit jantung katup, disebabkan adanya kerusakan atau tidak normalnya salah satu dari empat katup yang mengontrol peredaran darah di jantung. Ketiga, kardiomiopati, yakni penyakit yang terutama menyerang otot jantung, bukan arteri atau pembuluh nadi.

Keempat, penyakit jantung koroner, berupa gangguan pada aliran darah di pembuluh darah nadi jantung (koroner), akibat penyempitan bahkan penyumbatan pada pembuluh koroner, sehingga mengakibatkan kerusakan pada otot jantung (serangan jantung). Kelima, penyakit yang mengenai selaput jantung (perikard), biasanya disebabkan radang (perikarditis) yang diakibatkan infeksi bakteri seperti infeksi TBC, atau infeksi virus; kadang-kadang ada cairan atau nanah di dalam selaput jantung. Keenam, penyakit jantung lainnya, disebabkan tekanan darah tinggi (hipertensi), gangguan hormonal (kelenjar gondok, hormon insulin – pada penderita diabetes melitus), penyakit jantung akibat penyakit paru-paru.

Dari berbagai macam penyakit jantung yang disebutkan di atas, beberapa penyakit jantung dapat disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, yaitu penyakit jantung katup (endokarditis bakterialis), penyakit jantung yang mengenai otot jantung (kardiomiopati), penyakit jantung kororner, penyakit selaput jantung (perikarditis). Sumber bakteri dapat berasal dari infeksi tenggorokan, penggunaan jarum suntik tidak steril pada pengguna narkoba, infeksi paru (TBC).

Akhir-akhir ini banyak diteliti hubungan bakteri dalam mulut dengan penyakit kardiovaskular. Namun, sampai saat ini hasil penelitian tersebut belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Namun, dengan menjaga kesehatan gigi dan mulut secara penyeluruh, merupakan hal penting untuk menjaga kesehatan pada umumnya, dan dapat mengurangi kejadian penyakit kardiovaskular.

Endokarditis bakterialis

Endokarditis bakterialis adalah infeksi yang mengenai lapisan dalam jantung (ondokardium) atau katup jantung. Infeksi ini dapat merusak atau menghancurkan katup jantung. Bagaimana cara timbulnya?

Endokarditis bakterialis timbul jika bakteri dalam aliran darah (bakteriemia) tersangkut pada katup jantung abnormal atau kerusakan jaringan jantung lainnya. Sebenarnya bakteri secara normal berada pada beberapa bagian tubuh, misalnya mulut dan sistem pernapasan bagian atas, saluran cerna dan kemih, dan kulit. Beberapa prosedur pembedahan dan gigi dapat mengakibatkan bakteriemia. Bakteriemia dapat terjadi sesudah banyak prosedur invasif, tetapi hanya beberapa bakteri dapat menyebabkan endokarditis.

Endokarditis jarang timbul pada orang yang mempunyai jantung normal. Namun, jika seseorang sudah mempunyai kelainan jantung, maka dia berisiko terkena bakteriemia. Beberapa penyakit jantung tersebut adalah katup jantung buatan, riwayat endokarditis sebelumnya, katung jantung yang rusak akibat penyakit jantung rematik, penyakit jantung bawaan atau defek katup jantung, dan kardimiopati hipertrofi. Beberapa penyakit jantung bawaan, termasuk defek septum, ventrikel, defek septum atrium, atau duktus arteriosus persisten, dapat dikoreksi dengan cara pembedahan. Setelah itu, seseorang tidak lagi berisiko menderita endokarditis.

Terdapat sejumlah prosedur yang berisiko endokarditis, terutama prosedur yang banyak berisiko mengalami perdarahan. Prosedur itu di antaranya pembersihan gigi, tonsilektomi atau adenoidektomi, bronkoskopi yang menggunakan alat bronkoskop yang kaku, beberapa kasus pembedahan saluran napas, saluran cerna, dan kemih, pembedahan kandung kemih atau prostat, dan operasi bedah pintas koroner. Pertanyaannya, dapatkah endokarditis dicegah?

Tidak semua endokarditis dapat dicegah. Karena kita tidak pernah tahu akan bakteriemia akan muncul. Namun demikian, jika Anda akan menjalani prosedur gigi atau pembedahan seperti yang disebutkan di atas, antibiotika dianjurkan untuk mencegah bakteri beredar masuk dalam aliran darah. AHA membuat brosur untuk pencegahan endokarditis. Sangat penting menjaga kesehatan gigi dan mulut dengan mengunjungi dokter gigi secara rutin (penyikatan dan “flossing” rutin), plus washing (membersihkan mulut/kumur-kumur dengan antiseptik). Jika seseorang menderita penyakit jantung bawaan, ada bising jantung, prolaps katup mitral atau penyakit katup jantung lainnya, Anda harus menyampaikan kepada dokter gigi Anda, bahwa Anda berisiko menderita endokarditis bakterialis.

Gigi, mulut, & jantung

Penyakit jantung koroner (PJK) adalah penyakit jantung yang melibatkan pembuluh darah jantung (arteri koroner), terjadi proses aterosklerosis pada pembuluh darah arteri koroner. Aterosklerosis adalah proses penimbunan/deposit lemak pada dinding pembuluh darah yang mengakibatkan pembuluh darah arteri koroner tersumbat atau menyempit, sehingga mengakibatkan berkurangnya aliran darah yang menuju otot jantung. Tanpa aliran darah yang cukup, otot jantung akan kekurangan oksigen dan zat-zat penting lain yang dibutuhkan otot jantung untuk dapat bekerja dengan semestinya.

Akhir-akhir ini, muncul hipotesis bahwa aterosklerosis disebabkan proses inflamasi (peradangan) pada dinding pembuluh darah koroner akibat adanya mikroorganisme (bakteri) yang beredar dalam aliran darah. Infeksi gusi yang berdarah, menyebabkan bakteri dapat memasuki aliran darah dan selanjutnya terjadi peningkatan kadar faktor-faktor peradangan dalam darah, seperti fibrinogen (zat yang dapat merangsang pembekuan darah), C-reaktif protein dan beberapa hormon protein.

Namun, hubungan yang pasti antara penyakit periodontal dan aterosklerosis sampai saat ini masih menunggu penelitian lebih lanjut. Para peneliti memperkirakan bahwa hubungan antara periodontitis dan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular adalah koinsidental dan bukan sebab akibat. Meskipun demikian, tidak berarti pasien boleh mengabaikan kesehatan gigi dan mulut. Jika hubungan tersebut akhirnya terbukti, Anda telah siap menghadapinya dengan kesehatan gigi mulut yang prima; jika tidak terbukti adanya hubungan sebab akibat, kesehatan gigi/mulut yang baik, pasti akan berguna untuk status kesehatan secara menyeluruh.

Gula Permen Karet Menjaga Kesehatan Gigi

Hingga kini kesadaran orang untuk merawat kesehatan gigi dan mulut secara serius masih sangat kurang. Padahal, tingkat kesehatan mulut dapat dijadikan indikator derajat kesehatan tubuh seseorang secara keseluruhan. Telah banyak hasil riset yang membuktikan bahwa adanya infeksi mulut berkaitan dengan penyakit jantung dan paru-paru, berat bayi lahir yang rendah, kelahiran prematur dan diabetes.

Ada empat faktor penyebab kerusakan gigi yaitu: makanan, terutama senyawa gula dan asam, bakteri mulut, kepekaan gigi dan lama kontak.
Bahan pangan berpati yang telah dimasak dan gula dapat secara mudah difermentasi oleh bakteri mulut menjadi senyawa asam. Sukrosa (gula tebu) sering disebut ‘penjahat’ penyebab gigi berlubang (cavity) merupakan gula yang mudah difermentasi hingga membentuk makromolekul yang lengket (sticky) yang membikin plak dapat melekat kuat pada gigi dan menghalangi air ludah (saliva) mencuci asam-asam yang ada.

Berikut ini disampaikan lima tip agar mulut kita lebih sehat.

1. Gosoklah gigi sampai bersih dengan sikat yang lembut. Menyikat gigi berarti membuang plak (timbunan bakteri) gigi dan sisa makanan sehingga dapat mencegah kerusakan gigi. Kebanyakan orang hanya menyikat gigi selama 45 detik, cobalah sampai dua menit agar gigi benar-benar bersih dan sebaiknya dilakukan sehabis makan.

2. Jangan lupa menyikat lidah. Di dalam rongga mulut selain gigi, juga terdapat organ penting lainnya yaitu lidah. Mulut mengandung berbagai bakteri dan beberapa jenis bakteri dapat tumbuh di lidah. Pada beberapa orang, tumbuhnya bakteri tersebut menyebabkan napas berbau tak sedap.

3. Kurangi mengkonsumsi panganan ringan. Pangan ini cukup tinggi kadar gulanya sehingga berpotensi sebagai makanan untuk pertumbuhan bakteri mulut. Dalam waktu sekitar 20 menit setelah makan panganan ringan, bakteri akan menghasilkan senyawa asam seperti asetat, format, dan laktat. yang menyerang email gigi. Ngemil berarti menambah waktu kontak senyawa asam dengan gigi sehingga memperburuk kesehatan gigi. Berkumur sehabis ngemil dapat membantu mengurangi sisa makanan dan mengencerkan zat asam di mulut.

4. Kurangi atau tinggalkan minuman bersoda. Gula di dalam minuman ringan bersoda dapat menjadi nutrisi untuk pertumbuhan bakteri di mulut, sebagaimana pada snack. Kalaupun komposisi minumannya tanpa gula, adanya asam sitrat dan fosfat hingga pH 2 (sangat asam), dapat menggerus akar dan email gigi.

5. Mengunyah permen karet (gum) yang bahan pemanisnya xilitol. Xilitol (C5H12O5 ) merupakan kelompok gula alkohol yang dalam penelitian selama 25 tahun terakhir ini terbukti dapat mencegah karies/ kerusakan gigi. Untuk mengurangi paparan (expose) gula baik sukrosa maupun glukosa, khususnya dari produk gula-gula (permen), kini telah ditawarkan bahan pemanis alami pelindung gigi, yaitu xilitol. Xilitol tidak dapat dimetabolisme oleh bakteri perusak gigi, maka senyawa asam tak diproduksi sehingga pH permukaan gigi terpelihara berada di atas 5,7.

3 Tanggapan to "KESEHATAN GIMUL PENGARUHI JANTUNG"

Apa semua jenis permen karet dapat digunakan sebagai pencegah kerusakan gigi? atau hanya permen karet tertentu saja?

Tambahan info,
Ada pengobatan yang disebut dengan terapi khelasi EDTA (EDTA chelatin therapy) yang dapat mencegah / menyembuhkan penyakit jantung koroner. Silahkan baca juga buku yang berjudul Bypassing Bypass Surgery karya dr Cranton.

Salam,
Anis

apa benar ada ruang antara selaput jantung dengan jantung, dimana bila kita minum minuman bersoda dapat menyebabkan ruang antara selaput jantung dan jantung semakin lebar sehingga menimbulkan rasa sakit, terutama pada saat bernafas ? mohon penjelasan bagi yg mengetahui………….terimakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

November 2007
S S R K J S M
« Sep   Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Blog Stats

  • 517,204 hits
%d blogger menyukai ini: