Jejak Lawalangy, Koemo Wuto Sumanomo Liwu

Pembantu Molor Dilantik, Dekan Kewalahan

Posted on: Juni 29, 2007

Empat bulan berlalu sejak dekan FKG dilantik. Namun hingga kini pembantu-pembantunya tak jua dikukuhkan karena faktor administrasi. Kerja Dekan pun terhambat.Selama empat bulan itu juga Dekan Fakultas Kedokteran Gigi (FKG), Prof. drg. Moh. Dharmautama Ph.D, Sp.Pros, bekerja menangani tugas yang layaknya dikerjakan oleh Pembantu Dekan II dan Pembantu Dekan III – misalnya saja dalam hal akademik dan kemahasiswaan. Tak hanya sampai di situ, segala aktivitas kemahasiswaan pun terhambat, seperti dalam hal kegiatan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Persolan ini belum ada penyelesaian, padahal sejumlah mahasiswa FKG mulai gerah dengan atmosfer akademik di fakultasnya. Menurut Prof Dharma, persoalan tersebut hingga hari ini belum tuntas. Masih melewati proses di rektorat “Hingga kini belum tuntas. Masih dalam proses di kantor pusat,” ujarnya saat dimintai tanggapannya terkait keterlambatan pelantikan itu. Ia menjelaskan bahwa pelantikan tersebut rencananya akan dilangsungkan di awal Juni. Informasi ini didapatnya dari Pembantu Rektor II, Dr. dr. A. Wardihan Sinrang.

Praktis dalam empat bulan terakhir, Prof Dharma mengaku kewalahan dengan banyaknya tugas yang harus dikerjakannya sendiri. Padahal mestinya di antara tugas-tugas itu menjadi tanggungjawab pembantu-pembantunya. Salah satunya yang mendesak adalah tugas di bidang akademik dan kemahasiswaan.

Pelantikan ini terkendala masalah administratif. Kendala ini bermula saat Prof Dharma memasukkan nama Pembantu Dekan (PD) ke Senat Universitas. Ketika itu menurut beliau, Senat mengusulkan bahwa harus ada satu nama pendamping untuk setiap PD yang diusulkannya. Nama-nama bakal pendamping diusulkan oleh senat, lalu dari sekian nama itu, tiga orang dipilih oleh Prof Dharma.

Line up nama yang diusulkan Prof Dharma untuk PD I, II, dan III masing-masing: Dr. drg. Baharuddin Thalib M. Kes, drg. Rini Pratiwi M. Kes, dan drg. Asdar Ganing M. Kes. Nama tersebut menurutnya dipilih atas dasar kapabilitas, pengetahuan masalah, kemauan bekerja, dan sikap kooperatif mereka.

Tiga nama PD dan pendampingnya tersebut lalu diusulkan Prof Dharma ke Pimpinan Universitas. Namun lewat PR II, Prof Dharma diminta untuk memasukkan usulan nama pendamping Pembantu Dekan dan pemeringkatannya (scooring). ”Padahal dalam menentukan pendamping itu, saya tidak melakukan proses pemilihan jadi scooring-nya tidak ada,” jelasnya.

Dengan adanya pendamping untuk masing-masing PD yang diusulkan Prof Dharma, belum dapat dipastikan siapa yang bakal menjabat PD secara definitif. Nama PD dan pendampingnya sama-sama memiliki peluang, sebab keputusan akhir menurut Prof Dharma ditentukan oleh Rektorat.

Saat kemungkinan ini dikonfirmasi ke calon PD I yang diusulkan Prof Dharma, Dr. drg. Baharuddin Thalib, M. Kes mengatakan, ia dalam posisi agak sulit untuk berkomentar. ”Tapi kalau kita menghormati proses yang ada, nama yang diusulkan oleh dekanlah yang seharusnya menjabat,” ujar Baharuddin seraya menambahkan, ”Senat sebagai lembaga tinggi punya kapasitas untuk menilai siapa yang layak.”

Senada dengan dekan, Baharuddin juga mengakui pelantikannya terkendala oleh masalah administrasi. Ia mengatakan beberapa kali PR II telah menyurat meminta scooring calon pendamping Pembantu Dekan.

Saat ditanya kemungkinan adanya like and dislike dalam penentuan pembantu dekan hingga pelantikannya molor, dengan tertawa Prof Dharma hanya berujar, ”Saya tidak tahu”. Hal yang sama juga dikemukakan Dr Baharuddin. Ia mengatakan tidak pernah mendapat konfirmasi maupun informasi mengenai hal ini.

Baharuddin pun berharap, agar pelantikan secepatnya dilakukan. Molornya pelantikan ini menurutnya berpengaruh terhadap kinerja Dekanat. ”Banyak soal yang harus dikerjakan di FKG. Dan itu butuh suasana kondusif untuk menyelesaikannya. Namun tidak etis juga kalau saya langsung bekerja sebagai PD I padahal belum dilantik,” ujarnya.

Keterlambatan pelantikan ini juga disayangkan mahasiswa. Huzair, Sekretaris Senat Mahasiswa FKG mengatakan, molornya pelantikan ini membuat beberapa pekerjaan baik di petinggi fakultas maupun lembaga mahasiswa terkendala.

”Secara kasat mata, memang tidak begitu berdampak pada lembaga mahasiswa. Namun saat mengurus persuratan kegiatan, kami dibuat pusing. Tidak tahu harus ditujukan ke mana surat itu,” jelasnya saat ditemui di Sekretariat FKG. Ia menambahkan hal ini juga berimbas pada kegiatan akademik. Karena kesibukannya, Dekan jadi jarang masuk mengajar.

Huzair pun berharap agar program kerja fakultas tidak banyak terkena imbas dari keterlambatan pelantikan PD ini. Selain itu ia menyayangkan sikap petinggi universitas yang dikatakannya terlalu banyak mengintervensi pemilihan pejabat di Dekanat FKG. ”Harus ada kemandirian fakultas. Tidak boleh ada intervensi,” tegas mahasiswa angkatan 2003 ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Juni 2007
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Top Clicks

  • Tak ada

Blog Stats

  • 517,026 hits
%d blogger menyukai ini: