Jejak Lawalangy, Koemo Wuto Sumanomo Liwu

KONDISI PERINDUSTRIAN KABUPATEN MUNA

Posted on: Juni 9, 2007

01. Industri
Penyajian data di bidang industri ini meliputi industri besar dan sedang, industri kecil dan industri rumah tangga.pembagian diatas dirinci menurut banyaknya tenaga kerja yang bekerja pada industri tersebut dengan ketentuan bahwa jika perusahaan industri tersebut memiliki tenaga kerja 100 orang atau lebih di kategorikan sebagai perusahaan industri besar, 20 sampai dengan 99 orang diklasifikasikan sebagai industri sedang sedangkan 5 dampai dengan 19 orang adalah industri kecil dan kalau tenaga kerjanya kurang dari (5) orang dikategorikan sebagai industri rumah tangga.

Sumber data perusahaan industri yang di sajikan diperoleh dari dua sumber yaitu dari hasil survei industri besar dan sedang badan pusat statistik tahun 2005 dan data dari kantor dinas perindustrian dan perdagangan kabupaten muna. Dari hasil survei tersebut dapat dilihat bahwa jumlah perusahaan industri besar/sedang dikabupaten muna tahun 2005 tercatat sebanyak 15 buah perusahaan dan menyerap tenaga kerja sebanyak 568 orang.

Di bandingkan dengan tahun sebelumnya jumlah perusahaan industri besar/ sedang tahun 2005 berkurang sebanyak 3 perusahaan atau menurun sebesar 16,67 persen, dimana dari 18 perusahaan tahun 2004 menjadi 15 perusahanan tahun 2005. kondisi ini di ikuti dengan penurunan tenaga kerja sebesar 18,97 persen ditahun 2005. pengeluaran unruk tenaga kerja mengalami penurunan sebesar 42,62 persen yaitu dari 2.846.718 ribu rupiah tahun 2004 menjadi 1.633. 422 ribu rupiah tahun 2005.

02. Listrik
Pada umumnya peningkatan jumlah pelanggan diatas diikuti dengan makin membesarnya daya listrik yang diserap oleh pelanggan yakni sebanyak 16,657.948,Kwh pada tahun 2004 menjadi 18,056.173 Kwh pada tahun 2005 atau naik sebesar 8,39 persen. Dilihat dari besarnya nilai penjualan maka pada tahun 2005 mengalami peningkatan sebesar 9,36 persen yakni dari 9.241.633 ribu rupiah pada tahun 2004 menjadi 10.106.582 ribu rupiah pada tahun 2005.

Berkenaan dengan itu jumlah tenaga listrik yang di produksi tahun 2005 menunjukan penurunan sebesar 1,28 persen yaitu dari 19,662,579 Kwh p[ada tahun 2004 menjadi 19.410.386 Kwh Tahun 2005.

03. Air Minum
Jumlah pelaggan pada tahun 2005 berjumlah 4.728 pelanggan turun sebesar 5,12 persen dibanding tahun 2004 sebanyak 4,983 pelanggan. Sedangkan volume air yang di salurkan naik dari 533 ,680 M3 pada tahun 2004 menjadi 755,147 M3 pada tahun 2005 atau naik sebesar 41,50 persen. Peningkatan ini disebabkan berfungsinya kembali mesin yang sebelumnya mengalami kerusakan. Sedangkan nilai penjualan air bersih tahun 2004 berjumlah 1.081.672 ribu rupiah meningkat menjadi 1,269,787 ribu rupiah pada tahun 2005 atau naik sebesar 17,39 persen.

Dilihat menurut jenis pelanggan maka yang terbanyak adalah non niaga (tempat tinggal) sebanyak 4,571 pelanggan atau mencapai 06,68 persen dengan jumlah air yang diserap rata-rata sebanyak 690.011 M3 dengan nilai total penjualan sebesar 1.117.330 ribu rupiah. Selebihnya adalah sosial , niaga kecil, instansi pemerintah dan khusus.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Juni 2007
S S R K J S M
« Mei   Jul »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

Top Clicks

  • Tak ada

Blog Stats

  • 517,026 hits
%d blogger menyukai ini: