Jejak Lawalangy, Koemo Wuto Sumanomo Liwu

RUMAH ADAT KERAJAAN MUNA

Posted on: November 14, 2007

Anjungan atau bangunan induk anjungan mengambil bentuk Istana Sultan Buton (disebut Malige) yang megah. Meskipun didirikan hanya dengan saling mengait, tanpa tali pengikat ataupun paku, bangunan ini dapat berdiri dengan dengan kokoh dan megah diatas sandi yang menjadi landasan dasarnya. Patung dua ekor kuda jantan yan sedang bertarung, pelengkap bangunan, menggambarkan tradisi mengadu kuda dari Pulau Muna yang digemari masyarakat Sulawesi Tenggara. Di Taman Mini Indonesia Indah, anjungan Sulawesi Tenggara terletak di sebelah tenggara arsipel, bersebelahan dengan anjungan Sulawesi Selatan serta berhadapan dengan istana anak-anak Indonesia. Dalam memperkenalkan daerahnya propinsi Sulawesi Tenggara menampilkan bangunan induk yang merupaka tiruan dari istana raja Buton yang disebut Malige. Bangunan ini sengaja ditampilkan karena bangunan yang asli masih ada di pulau Buton serta merupakan satu peninggalan budaya yang bersejarah. Di halaman anjungan dilengkapi dengan patung-patung orang berpakaian adat antara lain dari daerah Buton, Muna, Kendari dan Koloka. Juga patung 2 ekor kuda jantan yang sedang berlaga, memperebutkan kuda betina. Adegan in menggambarkan Pogerano Ajara, jenis aduan kuda khas Sulawesi Tenggara, dan merupakan permainan raja-raja. Selain Anoa, Rusa dan lain-lain.
Rumah adat Buton atau Buton merupakan bangunan di atas tiang, dan seluruhnya dari bahan kayu. Banguanannya terdiri dari empat tingkat atau empat lantai. Ruang lantai pertama lebih luas dari lantai kedua. Sedangkan lantai keempat lebih besar dari lantai ketiga, jadi makin keatas makin kecil atau sempit ruangannya, tapi di lantai keempat sedikit lebih melebar.


Seluruh bangunan tanpa memakai paku dalam pembuatannya, melainkan memakai pasak atau paku kayu. Tiang-tiang depan terdiri dari 5 buah yang berjajar ke belakang sampai delapan deret, hingga jumlah seluruhnya adalah 40 buah tiang. Tiang tengah menjulang ke atas dan merupakan tiang utama disebut Tutumbu yang artinya tumbuh terus. Tiang-tiang ini terbuat dari kayu wala da semuanya bersegi empat. Untuk rumah rakyat biasa, tiangnya berbentuk bulat. Biasanya tiang-tiang ini puncaknya terpotong. Dengan melihat jumlah tiang sampingnya dapat diketahui siapa atau apa kedudukan si pemilik. Rumah adat yang mempunyai tiang samping 4 buah berarti rumah tersebut terdiri dari 3 petak merupakan rumah rakyat biasa. Rumah adat bertiang samping 6 buah akan mempunyai 5 petak atau ruangan, rumah ini biasanya dimiliki oleh pegawai Sultan atau rumah anggota adat kesultanan Buton. Sedangkan rumah adat yang mempunyai tiang samping 8 buah berarti rumah tersebut mempunyai 7 ruangan dan ini khusus untuk rumah Sultan Buton.

Adapun susunan ruangan dalam istana ini adalah sebagai berikut:

1 Lantai pertama terdiri dari 7 petak atau ruangan, ruangan pertama dan kedua berfungsi sebgai tempat menerima tamu atau ruang sidang anggota Hadat Kerajaan Buton. Ruangan ketiga dibagi dua, yang sebelah kiri dipakai untuk kamar tidur tamu, dan sebelah kanan sebagai ruang makan tamu. Ruangan keempat juga dibagi dua, berfungsi sebgai kamar anak-anak Sultan yang sudah menikah. Ruang kelima sebgai kamar makan Sultan, atau kamar tamu bagian dalam, sedangkan ruangan keenam dan ketujuh dari kiri ke kanan diperguakan sebagai makar anak perempouan Sultan yang sudah dewasa, kamar Sultan dan kamar anak laki-laki Sultan yang dewasa.

Di anjungan Sulawesi Tenggara, lantai pertama ini konstruksi atau susunan ruangan sudah diubah sesuai dengan keperluan, sebagi pameran dan peragaan aspek kebudayaan daerahnya. Di sini dipamerkan pakaian kebesaran tradisional raja Kendari beserta permaisurinya, juga pakaian kebesaran raja Muna,panglima perang atau Kapitalao, menteri besar atau Banto Balano dan Pasi yakni petugas pengurus benda pusaka kerajaan. Semuanya dipamerkan dengan bentuk boneka berpakaian tradisional tersebut. Di ruanga inipun dioamerkan berbagai jenis hasil kerajiana perak Kendari, kerajinan anyaman-anyaman, tenunan serta benda-benda pusaka, beberapa goci dan berbagai binatang yang telah diawetkan seperti penyu, burung Meleo, penyu bersisik, biawak, enggang dan lain-lain.

2 Lantai kedua dibagi menjadi 14 buah kamar, yaitu 7 kamar di sisi sebelah kanan dan 7 kamar di sisi sebelah kiri. Tiap kamar mempunyai tangga sendiri-sendiri hingga terdapat 7 tangga di sebelah kiri dan 7 tangga sebelah kanan, seluruhnya 14 buah tangga. Fungsi kamar-kamar tersebut adalah untuk tamu keluarga, sebagai kantor, dan sebagai gudang. Kamar besar yang letaknya di sebelah depan sebagai kamar tinggal keluarga Sultan, sedangkan yang lebih besar lagi sebagai Aula.

3 Lantai ketiga berfungsi sebagai tempat rekreasi

4 Lantai keempat berfungsi sebagai tempat penjemuran. Disamping kamar bangunan Malige terdapat sebuah banguan seperti rumah panggung mecil, yang dipergunakan sebagai dapur, yang dihubungakan dengan satu gang di atas tiang pula. Di anjungan bangunan ini di[pergunakan sebagai kantor anjungan. Pada bangunan Malige terdapat 2 macam hiasan, yaitu ukira naga yang terdapat di atas bubungan rumah, serta ukiran buah nenas yang tergantung pada papan lis atap, dan dibawah kamar-kamar sisi depan. Adapun kedua hiasan tersebut mengandunga makna yang sangat dalam, yakni ukiran naga merupakan lambang kebesaran kerajaan Buton. Sedangkan ukiran buah nenas, dalam tangkai nenas itu hanya tumbuh sebuah nenas saja, melambangkan bahwa hanya ada satu Sultan di dalam kerajaan Buton. Bunga nenas bermahkota, berarti bahwa yang berhak untuk dipayungi dengan payung kerajaan hanya Sultan Buton saja. Nenas merupakan buah berbiji, tetapi bibit nenas tidak tumbuh dari bibit itu, melainkan dari rumpunya timbul tunas baru. ini berarti bahwa kesultanan Buton bukan sebagai pusaka anak beranak yang dapat diwariskan kepada anaknya sendiri. Falsafah nenas in dilambangakan sebagai kesultanan Buton, dan Malige Buton mirip rongga manusia.
Anjugan daerah Sulawesi Tenggara dibangun sejak tahun 1973 dan diresmikan pengggunaannya pada tahun 1975.

Bertindak sebagai perancang terutama pada bangunan induknya adalah orang-orang adat dari bekas kesultanan Buton. Pada halaman anjungan terdapat arena pertunjukan dengan latar belakang relief, yang menggambarkan kebudayaan di Sulawesi Tenggara. Di arena inilah pada hari Minggu atau hari libur dipagelarkan kesenian tradisional seperti tari-tarian antara lain tari Kalegoa, tari Lariangi, tari Balumpa, tari Malulo dan lain-lain. Jenis tarian terakhir merupakan tarian pergaulan yang ditarikan dengan membentuk suatu lingkaran, bila besarnya lingkaran telah mencapai lebar arena, dibentuk lagi lingkaran baru di dalamnya, begitu seterusnya sehingga membentuk lingkaran yang berlapis-lapis karena semakin banyak orang yang melibatkan diri ikut menari tarian Malulo ini. Selain itu juga ditampilkan musik lagu-lagu daerah, dan diwaktu-waktu tertentu dipamerkan makanan-makanan khas daerah Sulawesi Tenggara ataupun karnaval tradisional. Anjungan daerah Sulawesi Tenggara telah menerima kunjungan tamu negara pada tanggal 1 Mei 1983 yakni istri P.M Jepang, Ny. Tautako Nakasone dan pada tanggal 10 November 1984 berkunjung pula istri P.M. Thailand, Ny. Virat Chomanan- (TMII)

Newer Post Older Post Home

About these ads

65 Tanggapan to "RUMAH ADAT KERAJAAN MUNA"

maaf sedikit di ralat. seharusnya judulnya rumah adat kerajaan buton sebab muna juga merupakan wilayah kerajaan buton juga. wilayah kerajaan buton meliputi kabaena,rumbia, poleang, wakatobi, muna,dan buton

betul itu Bozzz muna itu pecahan dari buton

salah tu kwan,,,,,,
yg bnar muna tu bkn bagian dri buton,,,,,cmn muna dg buton tu saudara,,,

maf itu boz hanya klaim orang buton,muna tdk pernah dbwah kekuasan kerajaan buton dan dy berdiri sendiri

Sisila Raja- Raja Muna

1. La Eli (BAIDUL ZAMANI)
2. La AKA (Koghua Bangkano Fotu
3. Sugi Ambano
4. Sugi Patani
5. Sugi la Ede
6. Sugi Manuru
7. Lakilaponto
8. La Posasu
9. Rampaisomba
10. Titakono

Jadi dari daftaqr di artas mana bisa buton mengatakan mereka lebih tua logikanya aja raja murhum itu adalah raja ke 7 di muna dan raja buton ke 6 di buton artinya Muna adalah kerajaan trtua di banding buton so persoalan buton mengatakan mereka menaklukan muna itu tidak benar. Dalam buku J. Couvrer tentang muna yang menjadi kontyroler di m juga membantah tuduhan-tudahn palsu itu. Jadi Belandalah yang ketakutan akan ancaman dari muna dan Gowa sehingga mereka menggandeng Buton. so Muna tetap melawan belanda dan buton sampai di masa kemerdekaan 1945. jika buton mengaku mereka tidak pernah di jajah oleh muna maka lakilaponto cukup menjadi bukti keperkasaan kerajaan muna yang menguasai semua jaziarah SULTRA tahun 1491 Masehi

ketakutan buton akan keperkasaan kerajaan muna dan gowa memaksa sultan buton menggandeng belanda. Sapati baluwu yang merupakan angkatan perang kesultanan buton pada saat menyerang kerajaan muna takluk dan dipermalukan oleh raja muna Sangia Kaendea. Karena Buton dan Belanda Putus asa Menyerang muna karena selalu takluk, akhirnya dengan cara-cara licik mereka menangkap Raqja MUna Tersebut yang terlebih dahulu di undangnya diatas kapal di pulau 5. Kerja busuk Belanda dan Buton ini berhasil menagkap saingia kaendea dan belanda membuangnya ke Ternate. Kisah ini dapat di Baca pada Buku J. Couvrer yang menjadi kontroler di Muna. Maka dapat diliaht betapa buton sangat ketakutan berhadap dengan raja-raja di muna.

gak benarlah..tak ada bukti sejarah (parlente)
setahu saya, orang muna dipecundangi orang kulisusu..
buktinya orang kulisusu bangga dengan nama buton utara drpada nama muna.

1. Raja Muna I – La Eli alieas Baidhuldhamani Gelar Bheteno Ne Tombula, (1417 – 1467).
La Eli alis Baidhudhamani gelar Bheteno Ne Tombula adalah Raja Muna Pertama. Dalam tradisi lisan masyarakat Muna diceritakan bahwa La Eli alias Baidhuldhamani adalah manusia sakti yang ditemukan di dalam rumpun bambu ( ada juga yang menceritakan dari dalam ruas bambu) oleh sekelompok orang yang sedang mencari bambu untuk keperluan pembuatan bangsal pada pesta yang akan digelar oleh Mieno Wamelai salah seorang pemimpin kampung di Muna. Karena penemuannya di dalam rumpun bambu tersebut, setelah dinobatkan menjadi Raja Muna I diberi gelar Omputo Bheteno Ne Tombula ( Yang Dipertuan Yang Muncul Dari Bambu ). Selengkapnya Baca Halaman Bheteno Netombula. Bheteno Ne Tombula memilikki dua orang Putra yakni La Aka Alias Kaghua Bangkano Fotu Gelar Sugi Patola dan Runtu Wulae dan satu orang putri yaitu Wa Ode Pogo. Kaghua Bangkano Fotu/ La Aka kemudian menjadi raja Muna II sedangkan Runtu Wulae kembali ke Luwu untuk menjadi Raja di Negeri leluhurnya tersebut. Wa Ode Pogo menurunkan golongan kaomu yang berfungsi sebagai Legislasi dan Yudikatif di kerajaan Muna. La Marati Bonto Balano I ( Sejenis MPR ) yang berfungsi sebagai lembaga yang memilih dan melantik Raja Muna pertma adalah keturunan Wa Ode Pogo.
2. Raja Muna II – La Patola/ La Aka / Kaghua Bangkano Fotu Gelar Sugi Patola ( 1467 – 1477 ).
Kaghua Bangkano Fotu adalah salah seorang dari dua orang putra Bheteno Ne Tombula dengan Permaisurinya Wa Tandi Abe. Saudara Kaghua Bangkano Fotu yang bernama Runtu Wulae kembali ke Kerajaan Luwu negeri leluhurnya untuk menjadi raja dinegeri tersebut.
3. Raja Muna III – La Mbona Gelar Sugi Ambona ( 1477 – 1497 )
4. Raja Muna IV – La Patani gelar Sugi Patani ( 1497 – 1512 )
5. Raja Muna V – Sugi La Ende – (1512-1527 )
6. Raja Muna VI – Sugi Manuru ( 1527-1538 ).
Pada masa pemerintahan Sugi manuru, penyebaran agama Islam gelombang pertama mulai masuk di Muna dibawah oleh Syekh Abdul Wahid ). Penyebaran islam saat itu masih sangat lambat karena pengaruh kepercayaan animisme yang dianut sebelumnya oleh masyarakat Muna masih melekat dengan sangat kuatnya. Pada gelombang pertama penyebaran agama islam di Muna hanya ada beberapa orang kerabat kerajaan yang tertarik untuk mempelajari ajaran Islam yang diajarkan oleh Syekh Abd. Wahid tersebut. Salah satu diantaranya adalah La Kilaponto Putra Raja Muna VI Sugi Manuru, yang kemudian menjadi Raja Muna VII menggantikan ayahandanya. Hal lain yang menghambat meluasnya penyebaran agama islam di Muna adalah karena belum cukup satu tahun menjadi Raja Muna, La Kilaponto telah dilantik menjadi Raja Buton VI menggantikan mertuanya yang telah meninggal dunia. Setelah menjadi raja buton, La Kilaponto kemudian pindah ke Baubau pusat kerajaan Buton. Bersamaan dengan itu Syekh Abd. Wahid guru agama beliau juga turut dibawah ke Buton sehingga penyebaran agama islam di muna terhenti, sedangkan di Buton berjalan begitu pesat. Bahkan agama islam begitu mempengaruhi istnah sehingga Buton berubah menjadi kesultanan dan hukum islam menjadi hukum negara dengan syultan pertamanya adalah La Kilaponto dengan Gelar Sultan Kaimuddin Khalifatul Khamis.
7. Raja Muna VII – La Kilaponto gelar mepokonduaghono Ghoera ( 1538-1541).
La Kilaponto adalah penganut Islam yang taat. La Kilaponto memeluk islam sebelum menjadi raja Raja Muna. Dia mengenal islam dari penyebar agama islam pertama di kerjaan muna Syekh Abdul Wahid ( 1527). Nila-nilai islam begitu tertancap dalam hatinya sebab beliau mempelajari islam dari usia yang sangat mudah. Karena ketaatannya terhadap islam, sehingga ketika menjadi Raja buton beliau menjadikan hukum islam sebagai hukum negara dan bentuk negara di rubah menjadi Kesultanan. La Kilaponto juga di kenal sebagai manusia yang fenomenal karena beliau perna menjadi raja di lima kerajaan besar yang ada di Sulawesi tenggara dalam Waktu yang bersamaan. La Kilaponto juga merupakan pemimpin yang kharismatik dan berwibawa sehingga disegani oleh kerajaan-kerajaan tetangga termasuk juga pemerintah kolonial belanda. La Kilaponto yang dikenal sangat sakti dan piawai dalam strategi perang, membuat Belanda tidak mampu mengintervensi Kesultanan Buton juga Kerajaan-kerajaan yang pernah dipimpin oleh La Kilaponto. La Kilaponto sebenarnya telah membaca gelagat tidak baik yang ditunjukan oleh Belanda. Olehnya itu selama berkuasa La Kilaponto menjalankan politik Kesetaraan dengan pemerintah Kolonial Belanda. La Kilaponto tidak berupaya untuk melakukan konfrontasi dengan Belanda. Hubungan pemerintahan kolonial belanda sebatas hubungan dagang dan diplomatis. Hal ini berkaitan dengan falsafa hidup yang dianut Oleh Lakilaponto yang pernah diajarkan oleh Ayahandanya Sugi Manuru yaitu “Pobini-biniti Kuli”. Arti harafia dari ajaran tersebut adalah saling tenggang rasa dan saling menghargai. Jadi menurut La Kilaponto selama Pemerintah Kolonial Belanda tidak mengganggu kehormatan dan kedaulatan Negeri Buton dan negeri tetangganya khususnya Kerajaan Muna yang merupakan negeri leluhurnya dan beliau pernah menjadi Raja di Negeri tersebut, maka La ilaponto tidak akan menyerang Belanda. Disaat La Kolaponto masih hidup belanda sudah mecah belah miliki keinginan untuk menguasai kesultanan Buton untuk dikuasai, namun karena segan dengan La Kilaponto keinginan itu di urungkan. Hal ini berkaitan dengan letak strategis Kesultanan Buton sebagai pintu gerbang Kerajaan-Kerajaan di Tumur dan barat Nusantara. Untuk mewujudkan keinginannya itu Belanda melakukan politik ocupasi dan pecah belah. Olehnya itu mereka melakukan strategi kerja sama perdagangan. Selama itu mereka terus melakukan pendekatan dengan aparat Kesultanan Buton. Politik pecah bela Belanda mendapatkan hasil setelah La Kilaponto Mangkat dan di gantikan oleh Putranya dengan Putri Raja Jampea yang bernama La Tumparasi. Keberhasilan Politik adu domba belanda itu di tandai dengan di gulingkannya Sultan Kaimuddin II dari tahtanya karena bersikap tegas perlawanan dengan kolonial belanda oleh sarana Wolio.
8. Raja Muna VIII -La Posasu gelar Kobangkuduno ( 1541-1551).
9. Raja Muna IX – Rampeisomba ( 1551-1600).
10. Raja Muna X – Titakono ( 1600- 1625 )
Pada masa pemerintahan La Titakono, penyebar Islam gelombang kedua yakni Firus Muammad masuk di Muna. Pada gelombang kedua penyebaran isalam ini belum mampu mengislamkan Raja Muna, sehingga pengaruh islam belum masuk ke istana. Walaupun La Totakono BELUM memeluk Islam namun beliau sangaat menghargai nilai-nilai islam. Sebagai bukti penghormatan beliau pada islams, pada masa pemerintahannya masjid pertama dibangun di Muna ( 1614 ). Pembangunan masjid itu diikuti oleh pembagunan pusat pendidikan islam. Seiring dengan itu ajaran islam sedikit demi sedikit mulai dipelajari masyarakat Muna. Salah satu murid dari Firus Muamad adalah La Ode Sa’aduddin putra dari Raja Muna X Titakono. Setelah Titakono mangkat, La Ode Sa’aduddin di nobatkan menjadi Raja Muna XI. Selain membangun masjid, Raja Titakono membentuk lembaga baru dalam sturktur pemerintahan kerajaan muna yaitu Bonto Bhalano. Bonto Bhalano adalah sebuah lembaga sejenis Majelis Permusyawaratan Rakyat yang bertugas memilih dan mengangkat Raja Muna.
RAJA –RAJA MUNA PASCA AGAMA ISLAM
1. Raja Muna XI – La Ode Sa’adudin ( 1625-1626 )
La Ode Sa’aduddin adalah Raja Muna pertama yang memeluk islam. Pada masa pemerintahan beliau agama islam mulai mengalami perkembangan. Agama islam bukan saja di pelajari dikalangan istana tetapi mulai diajarkan pada massyarakat luas. Pusat pendidikan agama islam yag didirikan oleh ayahandanya Raja Muna X Titakono mulai kedtangan banyak murid untuk belajar.
2. Raja Muna XII -La Ode Ngkadiri gelar Sangia Kaindea ( 1626-1667)-
Periode pertama. Pada tahun 1643, gelombang ke tiga penyebaran agama islam masuk di Muna di bawah oleh Syarif Muhammad.
3. Raja Muna XIII – Wa Ode Wakelu ( Permaisuri raja La Ode Ngkadiri )- ( 1667-1668).
Wa Ode Wakelu menjadi raja menggantikan suaminya La Ode Ngakadiri karena di jatuhkan oleh oleh Belanda.
4. Raja Muna XIV La Ode Muh. Idris. (1668-1671).
La Ode Muh. Idris adalah raja yang dikirim oleh Belanda dari Kesultanan Buton setelah berhasil menjatuhkan La Ode Ngkadiri Raja Muna XII.
5. La Ode Ngkadiri ( Periode Kedua) – ( 1671 )
Pemerintahan La Ode Ngkadiri di periode Kedua ini di bawah pengaruh kekuasaan kolonial belanda.
6. Raja Muna XV – La Ode Abd. Rahman gelar Sangia Latugho ( 1671-1716 )
7. Raja Muna XVI – La Ode Husaini gelar Omputo Sangia ( 1716-1767 )
8. Raja Muna XVII – La Ode Muh. Ali ( 1767)
9. Raja Muna XVIII –L a Ode Kentu Koda gelar Omputo Kantolalo (1758-1764 )
10. Raja Muna XIX – La Ode Harisi (1767 – ? )
La Ode Harisi memperkenalkan prutra mahkota dalam suksesi raja di kerajaan Muna.
11. Raja Muna XX – La Ode Umara I gelar Omputo ne Gege,
La Ode Umara I , Raja Muna XX adalah raja yang dihukum gantung oleh sarano Wuna karena telah melakukan sebuah kesalahan yang besar. Keputusan untuk menjatuhkan hukuman gantung tersebut merupakan vonis peradilan yang dinamakan mintarano bhitara ( yang memangku kekuasaan peradilan- MA? ). Tidak diceritakan apa yang menjadi kesalahan Raja sehingga mendapatkan vonis tersebut. Hal ini berkaitan dengan adab masyarakat Muna yang tabuh untuk menceritakan aib saudaranya apa lagi itu seorang raja. Sidang majelis yang menyidangkan Raja La Ode Umara berlangsung tertutup dan semua orang yang terlibat dalam persidangan tersebut disumpah untuk tidak menyebarkan apa yang dilihat dan didengar dalam persidangan. Diperkirakan kesalahan yang dilakukan raja La Ode Umara yang menyebabkan dia mendapat hukuman gantung tersebut adalah menyangkut kesusilaan.
12. Raja Muna XXI – La Ode Murusali gelar sangia gola
13. Raja Muna XXII – La Ode Ngkumabusi
14. Raja Muna XXIII – La Ode Sumaili Gelar Omputo ne Sombo.
Pada masa pemerintahan La Ode Sulaili terjadi pemberotakan yang dilakukan oleh Wa Ode Kadingke Cucu dari Sangia La Tugho. Pemberotakan itu dipicu oleh perlawanan terhadap sistem adat dalam hal kawin-mawin. Wa Ode Kadingke menolak denda adat yang begitu besar yang dibebankan pada suaminya Daeng Marewa dari Suku Bugis. Menurut adat saat itu, apabila ada perempuan keturunan yang berdara Kaomu ( Keturunan Raja ) akan menikah dengan orang yang bukan suku Wuna maka laki-laki tersebut akan dikenakan denda adat berupa membayar mahar sebesar 400 Boka. Menurut pandangan Wa Ode Kadingke yang berkeyakinan keislamannya cukup tinggi denda tersebut bertentangan dengan hukum islam sebab menurut hukum islam mengenai besaran mahar itu ditentukan oleh wanita yang akan menikah dan tidak membebani pihak laki-laki. Pemberontakan itu semakin meluas, karena Waode Kadingke sangat mahir dalam strategi perang. La Ode Sumaili tidak mampu meredam pemberontakan tersebut,bahkan akibat pemberontakan itu Wa Ode Kadingke bersama suaminya Daeng Marewa mendirikan Kesultanan Tiworo di bagian barat Pulau Muna. Ketidak mapuan La Ode Sumaili menumpas pemberotakan tersebut oleh sarano wuna dianggap sebagai suatu kesalahan besar yang dilakukan oleh Raja La Ode Sumaili, olehnya itu La Ode Sumaili harus mendapat hukuman yang setimpal. Dalam sebuah Rapat dewan sara diputuskan La Ode Sumaili untuk dihukum gantung. Itulah sebabnya La Ode Sumaili digelar Omputo Negege artinya Raja yang dihukum gantung.
15. Raja Muna XIV – LA Ode Saete gelar Sorano Masigi ( 1816-1830 ).
La Ode Saete merupakan Raja Muna yang dipilih oleh sarano (dewan adat ) Wuna. Pada waktu yang bersamaan, Kolonial belanda menunjuk la Ode Wita dari Kesultanan Buton Sebagai Raja Muna sehingga pada waktu itu terjadi dualisme kekuasaan di Muna. Untuk mengurangi intervensi Kolonial Belanda Raja La Ode Saete kembali meindahkan pusat pemerintahan dekat dengan masjid Muna di Kota Lama Muna sekaligus melakukan konfrontasi dengan Belanda yang berkoalisi dengan Kesultanan Buton. Semasa kepemimpinan La Ode Sumaili sebagai raja Muna, terjadi beberapa kali perang terbuka antara Kerajaan Muna dan Kolonial Belanda yang dibantu dengan Kesultanan buton. Dalam perang tersebut Pasukan Belanda dan dan Buton terus mengalami kekalahan. Belanda dan sekutunya Buton kewalahan menghadapi Pasukan Kerajaan Muna. Konfrontasi antara Belanda dengan sekutunya Buton melawan Kerajaan Muna terus berlanjut sampai La Ode Saetei Mangkat pada tahun 1830.
16. Raja Muna XXV – La Ode Bulae gelar Sangia Laghada (1830-1861 )
Setelah La Ode Suaete Mangkat, Dewan adat Sarano Wuna mengadakan rapat untuk melakukan pemilihan Raja penggantinya. Dalam rapat tersebut disepakati untuk mengangkat La Ode Bulae sebagai Raja Muna. La Ode Bulae dalam mejalankan pemerintahan melajutkan kebijakan pendahulunya La Ode Saete untuk konfrontasi dengan Kolonial Belanda dan Sekutunya Buton. Dalam sebuah perang, Belanda dan sekutunya Buton berhasil menangkap La ode Bulae dan membawahnya kepersidangan pengadilan di Makassar. Dalam persudangan pengadilan tersebut, La Ode bulae dinyatakan bersalah dan dibuang di Pulau Nusa Kambangan, kemudian diasingkan ke Bengkulu.
17. Raja Muna XXVI – La Aka (1861-1864)
La Aka adalah Bonto Balano pada masa pemerintahan La Ode Bulae. Beliau sebenarnya tidak berhak menjadi raja karena berasal dari keturunan Walaka, namun karena terjadi kekosongan kekuasaan di Kerajaan Muna akibat di asingkannya Raja la Ode Bulae oleh Kolonial belanda dan sekutunya Buton di Pulau Nusa Kambangan dan Bengkulu, maka kekuasaan diambil alih oleh Bonto Balano sambil menunggu pemilihan yang dilakukan oleh sarano Wuna. Karena itulah La Aka dikenal sebagai bukanlah Raja yang aktual / difinitif.
18. Raja Muna XXVII – La Ode Ali gelar sangia Rahia (1864-1870)
19. Raja Muna XXVII – LA Ode Huse
20. Raja Muna XXIX – La Ode Tao
21. Raja Muna XXX – La Ode Ngkaili ( 1903-1906)
Pada masa Pemerintahan La Ode Ngkaili Pusat pemerintahan Kerajaan Muna di pindahkan dari Kota Muna ke Raha oleh penguasa Kolonial Belanda. Pemindahan pusat pemerintahan tersebut dibawah tekanan militer Kolonial Belanda setelah pasukan Kerajaan Muna mengalami kekalahan dalam sebuah pertempuran melawan pasukan koalisi Belanda- Buton. Bersamaan dengan pemindahan ibu kota kerajaan, pemerintah Kolonial Belanda mengutus seorang raja dari Kesultanan Buton yaitu la Ode Maktubu untuk menggulingkan Raja La Ode Ngkaili yang sedang berkuasa dan diangkat oleh Sarano Wuna.
22. Raja Muna XXXI – La Ode Maktubu (1906 –- 1914)
Setelah pasukan koalisi Belanda –Buton memenangkan pertempuran pada tahun 1906 dan berhasil menggulingkan Raja Muna XXX La Ode Ngkaili, penguasa VOC Belanda di Makassar mengutus seorang dari Kesultanan Buton yakni La Ode Maktubu untuk menjadi Raja di Kerajaan Wuna. La Ode Maktubu adalah Putara Sultan Buton La Ode Salihi. Intervensi Pemerintahan Belanda dan Pengkoptasian Kesultanan Buton terhadap Kerajaan Muna mendapat perlawanan dari seluruh rakyat Muna. Sebagai wujud dari perlawanan itu adalah pada waktu yang bersamaan Sarano Wuna mengadakan rapat untuk mengakat La Ode Umara sebagai Raja Muna menggantikan Raja La Ode Ngkaili yang telah digulingkan oleh koalisi Belanda- Buton, serta tidak mengakui La Ode Maktubu Sebagai Raja. Besarnya dukungan rakyat terhadap keputusan Sarano Wuna yang tidak mengakui La Ode Maktubu sebagai raja Muna, memaksa La Ode Maktubu meninggalkan Muna dan kembali ke Buton. Karena tidak kuasa melawan sendiri keperkasaan prajurit Kerajaan Muna, akhirnya La Ode Maktubu Kembali Ke Buton dan pengadukan perinstiwa tersebut pada sekutunya Belanda. Pengaduan Kesultanan Buton atas sikap Pemerintahan Kerajaan Muna mengusir utusan Kesultanan Buton, ditanggapi serius oleh pemerintah kolonial belanda sehingga dikirim pasukan militer untuk memerangi kerajaan Muna.
Raja Muna XXXII – La Ode Umara II (1906)
Setelah la ode maktubu tidak mendapat pengakuan dari sarano Wuna serta diusir dari kerajaan Muna, pemerintah Kolonial Belanda Mengutus La Ode umara gelar Sangia Bariyah. Strategi yang dilakukan pemerintah Kolonial ini cukup berhasil sebab selain La Ode Umara yang memiliki garis keturunann dari Muna yaitu putra dari Kenepulu Bula , La Ode Umara juga masih menjabat sebagai Sultan Buton. Setelah situasi kembali kondusif dan pemerintah belanda semakin dalam kukunya tertancap di kerajaan Muna, La Ode Maktubu Kembali di lantik menjadi Raja Muna sampai tahun 1914
23. Raja Muna XXXIV – La Ode Pulu (1914-1918)
Pada masa pemerintahan la Ode Pulu, intervensi politik Kolonial Belanda di Kerajaan Muna semakin kuat. Pada akhir masa pemerintahan La Ode Pulu ( 1918 ) Pemerintah Kolonial belanda dan Kesultanan Buton ( Sultan Buton Saat itu La Ode Muh. Asikin ) secara sepihak melakukan perjanjian yang dikenal dengan Korte Verklaring pada 2 Agustus 1918. Isi perjanjian tersebut adalah Belanda hanya mengakui ada dua pemerintahan setingkat swapraja di Sulawesi tenggara yaitu Swapraja Laiwoi dan Swapraja Buton. Dengan demikian menurut perjanjian tersebut secara otomatis muna menjadi bagian dari Kesultanan Buton/ Underafdeling. Sebagai Raja yang berdaulat dan diangkat oleh Sarano Wuna, La Ode Pulu melakukan perlawanan dan tidak mengakui perjanjian tersebut. Akibatnya la Ode Pulu di asingkan Nusa Kambangan. Selama dua Tahun pasca pemerinyahan La Ode Pulu, Kerjaan Muna berada dalam Kekuasaan Kolonial Belanda sampai dewan Adat ( Sarano Wuna mengadakan rapat dan mengangkat La Ode Afiuddin sebagai Raja.
24. Raja Muna XXXIV – La Ode Afiuddin ( 1920-1824)
La Ode Afiuddin yang diharapkan Belanda akan bekerja sama ternyata bersikap sama dengan Raja sebelumnya La Ode Pulu. Korte Verklaring pada 2 Agustus 1918 juga tidak diakui dan terus melakukan perlawanan. Akibatnya belanda kembali mengambil alih pemerintahan di kerajaan muna.
25. – 1924-1926.
pada tahun ini oleh pemerintah Kolonial belanda dianyatakan bahwa Kerajaan Muna berada dibawah pemerintahan darurat militer Belanda. Semua urusan administrasi diambil alih oleh Belanda.
26. Raja Muna XXXV – La Ode Rere (1926-1928 )
Setelah dua tahun pemerintahan darurat militer belanda di berlakukan di kerajaan Muna, Sarano Wuna melakukan sidang untuk kembali mengangkat Raja Muna. Pada saat itu oleh sarano wuna disepakati La Ode Rere Sebagai Raja Muna. Sama halnya dengan Raja La Ode Pulu dan La Ode Afifuddin, Lam Ode Rere juga tidak mengakui perjanjian Korte Verklering akibatnya Belanda kembali menjatuhkan La Ode rere dari keududkannya sebagai Raja Muna.
27. – 1928-1938,
terjadi kevakuman pemerintahan di Kerajaan Muna. Belanda sebagai penguasa Kolonial mengabil alih untuk mengendalikan pemerintahan sambil menunggu sidang dewan Sara untuk menjjuk Raja baru.
28. Raja Muna XXXVI – La Ode Dika gelar Omputo Komasigino ( 1930- 1938 ).
Pada masa pemerintahan La Ode dika dilakukan pemugaran masjid agung di Kota Muna menjadi semi permanen. Sebagian dari bahan pembuatan masjid tersebut dibantu oleh Jules Couvreur seorang kontrolir Belanda yang bertugas di Muna saat itu . Sebagai mana raja muna yang lain, La Ode Dika tidak mau tunduk dengan belanda dan koloninya Buton. La Ode Dika juga tidak mengakui isi perjanjian Korte Verklaring sebab perjanjian itu dianggap ilegal. Sikap pperlawanan La Ode Dika tersebut diperlihatkan saat berkunjung di istana kesultanan Buton. Di hadapan Sultan Buton Muhammad Hamidi, la Ode Dika tidak mau memberi hormat, tapi justeru mengancungkan telunjuk seakan memberi ancaman pada Sultan Buton. Apa yang yang dilakukan La De Dika tersebut oleh Sultan Buton dilaporkan pada Penguasa Kolonial Belanda di Makassar. Akibatnya La Ode Dika di panggil menghadap Perwakilan pemerintah kolonial Belanda di makassar untuk mendengar langsung keputusan Pemerintah Kolonial yang memecat dirinya dari jabatan Raja Muna. Sepulangnya dari makassar, La ode Dika langsung meninggalkan kamali/Istana kerajaan Muna. Seluruh urusan administrasi kenegaraan diserahkan pada sekretaris kerajaan yakni La ode Sabora . Sayangngnya kamali/ istanaa tersebut pada masa pemerintrahan Drs. La Ode kaimuddin sebagai Bupati Muna yang juga merupakan putra dari La ode Dika di Rubah menjadi gedung Pertemuan ( Gedung wamelai).
29. 1938-1941
Pemerintahan Kerajaan Muna sepenuhnnya di kendalikan oleh Kolonial belanda.
30. !941 – 1946
Pemerintahan Kerjaan Muna benar-benar lumpuh sebab Belanda telah keluar dari kerajaan muna karena takluk dengan pemerintahan militer Jepang. Pada masa itu pemerintahan dijalankan oleh pemerintahan Militer Jepang dari Batalion Laut yang bermarkas di Manado.
31. 1946-1947.
Setelah Jepang menyerah dari Pasukan Kualisi, seluruh personil Jepang meninggalkan Muna dan digantikan dengan pasukan Nica.
32. Raja Muna XXXVII – La Ode Pandu ( 1947-1956).
Setelah terjadi kekosongan kekuasaan di kerajaan Muna, pemerintah Belanda di Makassar mengangkat La Ode Pandu sebagai pejabat Raja Muna pada tahun 1947 dan dilantik pada tahun itu juga di depan Masjid Muna di Kota lama Muna. Pelantikan La Ode Pandu dihadiri oleh utusan pemerintah belanda. La Ode Pandu meninggal akibat ditembak gerombolan Di/II di Posunsuno saat melakukan kunjungan di Wasolangka.
33. 12 Desember 1956
Muna menjadi bagian dari Propinsi Sulawesi Tenggara sebagai Kabupaten bersama 3 Kabupaten lainya yaitu, Kendari Kolaka dan Buton.

Bahan Bacaan :
1. Sejarah Muna – La Kimi Batoa, Jaya Press Raha
2. Silsilah Raja-Raja Muna – Koleksi Museum KTVL Belanda
3. M. Nasrun- Kerajaan Muna dan Sistem Kemasyarakatan ( Jakarta 1989 )
4. Mahmud Hamundu,Prof- Sultan Murhum Tokoh Pemersatu Kerajaan-Kerajaan Tradisional Di Sulawesi Tenggara ( Makalah- 2005)
5. http://homes.chass.utoronto.ca/~cgothard/Pages/kings.htm
6.

i
2 Votes

Quantcast

jadi anda jangan so tau, kitalah yang lebih mengetahui sejarah Muna dan SULTRA. Bukan Walanda Wolio

Sy tdk setuju kalo dikatakan muna bagian dari kerajaan buton. kerajaan muna lebih dulu berdiri dari kerajaan buton. sebagian raja muna menjabat juga sebagai raja/sultan di buton.Dan pada akhirnya silsilah keluarga raja/sultan di buton juga berasal dari kerajaan muna. Silsilah kerajaan muna berasal dari kerajaan luwu di sulawesi selatan. (semua ada hubungan dengan cerita sejarah lagaligo yg saat ini terkenal di indonesia). Jadi Pada awalnya kerajaan luwu terdampar dengan sebuah kapal sawerigadi di muna dan membuat perabdaban baru di muna. Perabdaban ini menyebar ke pulau buton dan akhirnya mendirikan kekuasaan baru disana.
Sebuah kerajaan di kendari juga berasal dari muna. di kisahkan ada seorang raja dari muna yg mendirikan kerajaan di kendari & memerintah selama 8 hari. Sehingga di juluki raja alu gholeo (8 hari). Inilah yg menjadi cikal bakal penamaan UNHALU, universitas haluoleo.

Sebenarnya muna dan buton itu satu. layaknyai kesultanan mataram jogja dan kesultanan solo. hanya karena terdapat beberapa perbedaan paham & politik pada zaman itu. Bagaimanapun kerajaan muna itu lebih tua.
Salah satu bukti nya adalah pada corak kain tenun kedua daerah. Corak kain tenun buton dan muna itu sama, tetapi ada 1 perbedaan warna pada warna kuning. Muna berwarna kuning tua sedangkan buton berwarna kuning muda. Yang melambangkan buton kerajaan morangku atau kerajaan yg lebih muda dari kerajaan muna.

Semoga perbaikan ini bermanfaat bagi kita semua. mari pertahankan sejarah kebudayaan di Sulawesi Tenggara.

sy s7 dg saudara wikra, bahwasanya sultan buton yg pertama adlah raja muna….

mohon diberi gambar atau foto biar lebih menarik.
trims

ok, sy punya foto dan smua silsila kerajaan muna dan buton, nanti sy krimkn ke websait tman2,,,,

TampilIn pICSnya donKK,,,

tampilain PIC nya donKKzz

Sayang Rumah adat yang selama ini kita banggakan tidak terurus dan tidak dirawat dan sekarang bagaikan gubuk reot dan kalau bisa mohon ditampilkan Gambar yang asli Rumah adat kita itu.dan tolong juga dirawat dong karena itu adalah salah satu bukti sejarah terbentuknya Pulau Muna.

Terimakasih.

Hamrul Kutai Timur Kaltim.

Salam buat seluruh keluarga di Raha ( Warambe,Kabawo dll )

Khususnya Nursaena

menurut saya artikel terkaku panjang,.terima kasih

saya sebagai anak muna asli, sangat tdk setuju qlo kerajaan muna dan buton satu. dlm sejara, kerajaan muna berdiri sejak abad 14. bahkan salah satu raja buton adlah dari muna (lakilaponto)raja muna. kerajaan muna lebih dulu berdiri dibanding kerajaan buton.

tolong dtampilkan cerita sejara muna, lebih lengkap lagi.

..,satu2nya situs kerajaan muna, masjid muna.. pemdanya perhatikan donk…
salam tuk orang di kampung…. walambeno wite parigi

aku dari lombok…
mau nikah ama gadis muna…
tolong dong dijelasin tentang adat istiadat nikahnya etnis muna…

Ya kita2 ini yang musti banyak menulis tentang sejarah daerah kita sekaligus promosi objek wisatanya, kalender iven budaya, trus kegiatan adat di masyarakat, biar orang-orang banyak berkunjung di daerah kita..
salam ya tok Kelurgaqu, di Tiworo, mabolu dan Pentiro. I miss u.

jelaskan juga adat istiadat pelamaran /pernikahan orang wuna

LṠ.;
Can someone tell me,who is the present calon-Raja of Muna.

Thank you.I am a researcher concerning the kerajaan2 of Indonesia.

Hormat saya;
DP Tick gRMK/Pusaka.

rasanya rumah yang di foto itu kayaknya rumahnya la ode mutu

Seperti anda, Saya sangat tertarik dengan adat istiadat kita, oleh karena itu saya membahas tentang budaya pernikahan adat yang ada di Indonesia, mohon masukan dan dukungannya ya makasih :)

saya sangat setuju dengan ini

…buat para pemangku adat muna,hendaknya tetap memeprhatikan keotentikann sejarah muna,jng samapi timbul pertentangan didalamnya….,dan yg pasti sejarah muna harus tetap kita pertahankan..salam buat smua masyarakat muna,khusysnya yang di wakorumba selata,kel.labunia..!!!

salam kenal,

Saya Ivan Taniputera. Sekarang saya sedang menulis buku mengenai sejarah kerajaan2 Nusantara pascakeruntuhan Majapahit. Di dalamnya juga tercakup sejarah Buton dan Muna. Memang benar bahwa kerajaan Buton dan Muna itu masih satu kerabat. Sultan Buton Muhammad Syafiu juga merupakan raja Muna. Tetapi meskipun masih bersaudara keduanya kerap terlibat perselisihan. Buton menganggap Muna sebagai daerah kekuasaan (barata)nya, yang ditentang oleh Muna.
Apabila boleh saya mohon izin memuat gambar rumah adat di atas ke dalam buku saya.
Jika ada di antara rekan-rekan sekalian yang punya data tentang sejarah Muna sudilah kiranya menghubungi saya.
Email saya ivan_taniputera@yahoo.com.

Terima kasih,

Ivan Taniputera

cari buku J. Couvreer sejarah kebudayaan kerajaan muna

ada beberapa hal yang menarik antara hubungan buton dengan raha.
1. Lakilaponto adalah anak dari sugimanuru yang merupakan cucu dari bulawambona anak dari wakaka ratu buton 1
2. Di buton, semua berhak menjadi raja/sultan asal dia berasal dari turunan wakaaka (gol. Kaomu/la ode). entah dia dari kaledupa, tiworo kulisusu maupun muna. Karna pemimpin kesultanan buton tdk diwariskan.
3. LakilAponto juga adalah keturunan wakakaa jd dia berhak menjadi raja buton.
4. Pengangkatan lakilaponto sebagai raja buton sudah mampu menjelaskan kedudukan buton terhadap muna. Bisa diartikan jabatan presiden lebih baik di banding gubernur.
Jadi kalau ada yg menyatakan muna bukan barata dari buton, itu sama saja menghianati lakilaponto (raja muna 7, raja buton 6, sultan buton 1)

Ass…! @ saudara-ku tolong jelaskan anak keturunan Wakaka…? karena saya dengar anak laki2nya ada 2(dua) siapa saja namanya dan dimana letak istana baadia itu…? di Buton atau di Muna…..?
Terimakasih..! tlng d’jlskan…k” email saya..hasanpellu@yahoo.com

wakaka tw wa bhokoeo?? lw wa kaka tu gk da di silsila kerajaan muna,,,,,,

orang buton jangan suka klaim nanti di rajam ma kerajaan gowa hehe. muna itu nenek moyangnya jelas rajanya kalau buton gak jelas rajanya. mulea cuma punya anak cewe jadi la kilaponto jelas menguasai daerah tersebut ok baik buton maupun kendari

kenapa gak di kasih urutan marga-marga penerusnya? makasih

Yth. Wikra..
Coba sejarah jangan dipotong, perlu anda ketahui bahwa Lakilaponto atau Sultan Murhum adalah Putra Lakina Wuna “Sugi Manuru” dengan Wa Tupabala Putri Lakina Tiworo Kiy Jula, Sugi Manuru adalah putra Sugi Patani putra dari yang merupakan Putra Sugi Patola sedangkan Sugi Patola adalah putra Banca Patola Lakina Wuna I (Bataraguru) sebelum Manjadi Raja Buton III Putra Ratu Buton II Bulawambona dengan Sri Batara, jadi mana ada Kerajan Muna lebih tua dari kerajaan Buton sementara Pelaksana kekuasaan tertinggi di Muna diangkat dari anak Ratu Buton II, jadi Muna sebagai Barata dari Buton bukan setelah Lakilaponto menjadi Raja Buton tetapi sebelum itu sudah menjadi bagian dari Buton……

maaf ,,,lw mau pelajari sjarah maka kt hrus punya silsila kerajaan masing spaya pembicaraan,y lebih asyik,,,ne ad silsila kerajaan muna yg dikiri langsung dr jepang beberapa saat lalu tp sy gk bisa jelaskan di sini kalau saudara punya alamat email tolong di tulis nanti sy krimkan di email,,

La patola di buton itu adalah Budak raja muna yang diambil oleh raja muna ke 3 sugi patola dari negeri luwuk untuk menyadap enau di kerajaan Muna. karena sering terlambat menyadap enau maka dia sering di cambuk oleh aparat kerajaan muna. suatu ketika dia sangat sedih dan menangis karena sering di cambuk karena kelalaian. ternyata kelalaian tersebut terjadi karena di pohon enau tersebut tiap malam hasil sadapannya di munum oleh tukang sihir yang jeliata. suatu ketika dia akhirnya menuggu pohon tersebut untuk melihat ada apa dengan enau yang selalu hilang. pada waktu malam dia begadang dan menagkap peri jelita iru. maka sang peri akhirnya minta dilepaskan oleh sang budak tersebut. akhirnya sang budak mau melepaskan itu dengan syarat dia harus mengabulkan permohonannya. maka pada saat itu di terimalah permohonan tersebut agar dia dijadikan raja seperti tuannnya di muna. maka di sihirlah dia masuk kedalam banmbu dan ditempatkan ke laut wasolangka. suatu ketika ada seorang penangkap ikan menjaring bambu tersebut dan pada saat diangkat bambu itu berteriak tolong jangan ptong saya. sang nelayan kaget akhirnya memberitahu kepada raja buton bula wambona. akhirnya karena kekagumannya apada banbu itu yang berubah menjadi manusia dan dianggap sakti, maka bulawambona menikahi budak raja muna tersebut. setelah menjadi raj di buton, suatu ketika dia berenang di jali muna, ternyata raja muna ju8ga lagi mandi di kali tersebut setelah diketahui dia adalah rajua buton raja muna kaget sehingga dia melihat kok bisa. padahal wajahnya seperti budak penyadap enau dari l
luwu. karena takut malu dan ketahuan maka dia berjanji kepada raja muna sugi patola untuk mengatakan rasa hormatnya kepadanya disaat kembali dari muna ke buton, maka dia menambahkan gelar patola pada lanjutan
namanya. maka diapun bergelar patola.

Dongeng dari manalagi ini

Saya keturunan Muna, tepatnya di desa Wale ale tapi saya lahir dan besar di Makassar, ke muna baru 1x, jadi tolong ada yang bisa jelaskan sejarah muna dan siapa2 saja rajanya….

thank’s

Dear all;

Maybe you already have heard,that in 2012 the Festival Keraton Nusantara VIII will be held in Bau-Bau.Buton,so that also the royal culture of Muna will be displayed for ther world.
Does anyone know,who is the present raja/dynastychief of Muna and have maybe a picture about him.Maybe also in the Tukang Besi ilands they now have a nominal sub-raja also.
I hve dopcumentation about the rajas of Muna.

Thank you.

Salam hormat:
D.P. Tick gRMK
secr. Pusat Dokumentasi Kerajaan2 di Indonesia “Pusaka”
Vlaardingen/Holland
facebook:Donald Tick

mr. D.p.tickgrmk,,,,,,do you have dokumentasion about kerajaan of muna???
can i ask your email adres maybe one day i can chat with you about kerajaan muna and buton,,,,???

mau tau pola pemukiman kerajaan muna dulu seperti apa ya?? unutuk melengkapi tugas kampus…terima kasih

Dear Pak Santo; My e-mail adress is pusaka.tick@tiscali.nl .I had contact with a former colonial official,who had 2 specuial things.When he was colonila official;he was also researcher for his Dr title.First he was in Buton,for 2 years and then in Muna for 2 years.The local people trusted himn and he know,what was happening there.He made researches about the Buton government,then the Muna government,the case,that Muna wanted to be seperate,etc. He wrote all this long and very interesting reports.All in Bahasa Belanda.I have some other reports and also I received from the same colonial official a big photo of the installaton of the last ruling raja amd also somepictures of that raja/lakina Muna and his 2 main sub-rulers.I ever lended it to someone and he put it online.Of course I am willing to exchange info with every serious person.My facebok is called Donald Tick.Sorry,but do you know the coplete name of the present Raja of Muna and how to contact his family? Thank you. Salam hormat: DP Tick

if you want to know the kingdom of muna more you can cal mr wikra caus he is grandson from empire of muna now,,,,,,,,mybe you can find more proper information from him….thankyou…..

Dear Mr. Santo;; Thank you.But I do not know the tel. nr. of Mr. Wikra Caus.Maybe he can contact me at my e-mail.Or my facebook:Donald Tick. Maybe we can exchange info.For me now is important to know about the present lakina Muna. Thank you. Salam hormat: DP Tick

ok, I will try to ask that question on indigenous stakeholders, I’ll let you again …..thnaks,,,,
can you speking in muna language?????

Dear mister Santo;

That would be very glad.The pemirintah Hindia Belanda reports I have(3 very big and detailed one’s)about the kerajaan2 Muna and also some photo’s(but also alerady online,because gave to someone else before;for instance the installation ceremonies of last raja of Muna on a lukisan)I can copy for the raja.But the reports in Bhaasa Belanda.Maybe you can put in the Google translationmachine.The reports are ca. 150 pages.Via via I already could give it to the present dynastychief of Buton;La Ode Izat Manarfa.What is the name of the present dynastychief of Muna;please?His family also on facebook?

Yes,in ca. 1945-47 there were differences in Muna and Buton over the place of the kerajaan Muna in the system of kesultanan Buton.
Then the decission was made,that the semi-independent position of Muna would be restored,but Muna not was made totally merdeka.

Thank you for all.

Salam hormat:
DP Tick gRMK/Pusaka
facebook: Donald Tick

L.S.; How you know the dates are good,if I may say like this.I have also the daftar raja2,but the dates are a bit different.I saw on the royal meeting in Bandung 24-26 june the raja of Muna=La Ode Muh Syarif Makmun.You know the history of him. Thank you.Like to contact the dynasty. Salam hormat: DP Tick

Hay my name is agung. My Grend father is The King of Muna kingdom. meaby if you have time we can converses about history of muna and can you send many mainskrip and Foto,s my Greng Father

Tahnks

Agung

CP : 08568336801

Yang Mulia;

Please;send your message to my e-mail pusaka.tick@tiscali.nl ,or facebook Donald Tick. Thank you. Salam hormat: DP Tick

Muna dan Buton Itu saudara…Dan Tidak Bisa Dipisahkan, iBARAT MAnusia muna adalah kaki, buton adalah perut(badan) kepala adalh arab, orang muna pimpin buton, orang buton jg pimpin buto, baca silsilah….jgn cm dengar crita….Harry Keraton Buton

Saya Rasa Muna Buton Tidak Bisa Dipisahkan Karena Buton Adalah Wilayah kerajaan Muna Setelah di pimpin oleh l;a kilaponto, muhum

buton memikul tanggung jawab cukup besar,, jadi tolong jangan terlalu di angkat kesukuan yang mungkin dapat memecah belah persatuan kesultanan buton.. sejak dahulu para petinggi buton dan petinggi barata maupun perangkat adat lainnya selalu menjaga kedaulatan,, buktinya kesultanan buton tidak pernah dijajah selama beberapa abad, menurut leluhur sy,, kita semua saudara, cuma karena ada pihak yang ingin memecah kita jadi sampai sekarang kita seperti ini,, bukankah dulu kesultanan buton mendapat kejayaan dan masa keemasannya selama beberapa abad..
dan ralat,, menurut adat buton,, sesorang yang keluar dari wilayah kesultanan buton dan mempunyai keturunan 3 generasi diluar wilayah akan diturunkan derajatnya,, namun bila menikah dan kembali ke pangkuan bumi buton maka akan kembali menjadi orang buton. begitu juga dengan raja muna yang merupakan orang buton,, contohnya lakilaponto yang kembali ke pangkuan kesultanan buton, maka dia kembali menjadi orang buton.. silisah raja muna merupakan turunan dari kerajaan buton lampau..
buktinya menurut negarakreatagama menyebutkan kerajaan buton merupakan kerajaan yang dhuni resi dan bertarikh awal abad 13,, berarti buton sudah mempunyai raja dan pemerintahan sendiri sedangkan dimuna raja pertama 1. Raja Muna I – La Eli alieas Baidhuldhamani Gelar Bheteno Ne Tombula, (1417 – 1467),, berarti sekitar seabad kemudian berdiri kerajaan muna.
dan sebagai bantahan bahwa buton takluk atau kalah terhadap muna, menurut leluhur sya,, muna merupakan daerah yang kurang aman akhirnya diutus petinggi buton untuk mengamankan,,
bagaimana mungkin buton takluk sementra yang datang mengamankan justru buton sehingga kerajaan muna berdaulat lagi,, justru dahulu bnyak orang muna yang ingin jadi orang buton,,
bagaimana mungkin takluk,, dari segi ilmu agama buton lebih paham dari segi kanuragan buton juga tinggi, dari segi sosial dan pemerintahan buton mementingkn kemaslahatn umat,,

Orang buton jgan memutar balikan fakta nanti kya yahudi. Kalau mau bcra sejarah muna buton bc dlu epi lagaligo. Tandriabeng adk sawerigading nikah dgn la eli (batara guru). Pernah membntu sawerigdg melawan setia bonga pemerntahan jawa wolio dn menaklukannya. Jdi buton it daerah tklukn muna dan luwuk purba. Jdi kalau bcra tua muna lebh tua bos. Ad gk gmbr2 zaman purba di buton kn gk ada. La kilaponto raja muna ke 7 dn buton ke 6. Jd bc sjarah yg bnar br lo gk dblang gk skolah ok.

epik la galigo sj ditulis bertarikh abad 13 se zaman dgn negarakertagama yg sdh menyebut nama buton.. lagipula menurut orang tua di buton sawerigading itu orang buton bro,, turunan raja di kerjaan ambu au buton, mempunyai saudara kembar namun karena adat setempat maka ia harus diarung ke sungai dan sampailh ia ke luwuk dan diangkat sbg anak oleh raja luwuk.. menilik dari statement saudarapun sdh jelas dibuton sdh dluan ada kerjaan daripd dimuna,, banyak kisah yg mesti dkaji bos,, kisah setiabonga itu pada saat ia berlayar untuk meminang gadis yg ingin dipinang jg oleh sawerigading bro,, bkn sawerigading yg mnyerang pemerintahan jawa wolio,, karna di buton blm prnh ada cerita bahwa pemerintahan jawa wolio yg saudara maksud ditaklukkn oleh sawerigading… bgt bro… mmg tanah muna lbh tua bro itu diakui… namun mslh kejayaan lbh jaya kerajaan buton broo,, bnyak buktinya,,,
jangan hanya melihat bahwa lakilaponto orang yg mmpersatukan sultra orang muna sj,, baca baik2 silsilahnya broo,, bahkan perdebatan dgn saudaraq org muna mengakui bahwa lakilaponto jg orang buton,, cm orng muna tdk mau mengakui, maunya 100% muna… pdhl ga tau silsilah raja muna,, raja muna saja merupakan turunan raja buton… coba kaji ulang epik la galigo yg dimaksud dgn sejarah adat fiy darul butuuni wal munajat dan kebudayaan wolio.. psti saling terkait…
kami sdari bahwa kkalahan buton di masa fitnah PKI shingga bnyak catatan sjarah yg sengaja ingin dikaburkn oleh orng2 tua namun tdk sdikit jg yg masih menyimpan naskah trsebut,,, drmhq jg ada broo,,

hmmmmm sdhlh broo,, qt tdk usah memperdebatkan mslh spa yg tua dan jaya broo,,, qt smua saudara,,, hnya politik pecah belah belanda yg buat kita bgni…

as. coba anda cari buku J. Couvreur sejarah kebudayaan kerajaan muna yang di tulis oleh kontroler belanda tahun 1935. di situ disebutkan silsilah raja-raja muna
Silila raja muna :
Silsila Raja Buton
1. La Eli 1. wa kaka
2. La Aka 2 .Bula wambona
3. Sugi Ambano 3. Batara Guru
4. sugi patani 4. Tuan Raden
5. Sugi la ende 5. Mulae
6. Sugi manuru 6. La kilaponto
7. la kilaponto
8. la posaso
9 rimpaisomba
10.Tikakono

Dari silsilah di atas maka jelas bahwa la kilaponto ber nazab sugi manuru kalau dalam islam itu dari laki-laki bro garis keturunan seseorang.
Kalau bg bilang sawerigading dari buton maka saya hanya mau bilang sebaiknya anda baca ulan cerita i lagaligo yang benar karena jga ada di google. com ini.
Dalam Negara karta gama tidak hanya buton yang di kenal tapi juga muna (Pancana) tolong baca ulang negara karta gama tentang udamakatray/Sulawesi. lagipula majaphit sebenarnya tidak menaklukan tapi berhubungan dagang. negeri2 yang di sebut adalah negeri-negeri yang berhubungan dagang dengan majaphit di nusantara (statusnya seperti AS)
wa kaka atau (Iwacudey) itu adalah masi sepupu 1 kali sawerigading yang di nikahinya di buton di sebut dalam epik la galigo adalah pemerintahan jawa wolio atau negeri otonom di bawah naungan maja pahit.
wa tandriabeng di asingkan ke muna oleh datu luwu ayah sawerigading sehingga bertemu dengan la Eli raja muna 1 (Batara Guru) dan menikah di muna.
jadi semenjak dulu muna buton dan luwuk itu bersaudara. hanya saja pada saat itu putra-patra maja pahit ingin meminang wa cudai namun sawerigading dan la eli menaklukan mereka dan terjadi perang di lautan sehingga raden setia bonga dan randen baubesi akhirnya di pulangkan ke majaphit oleh sawerigading dan la eli.
adapun nama-nama sugi di muna karena kakak la aka yaitu runtu wulau alias bulan jatuh alias simpuru siang raja luwu yang menggantikan i lagaligo karena la galigo tidak mau jadi raja di luwu menikah dengan putri-putri majapahit sehingga gelar sugi menjadi lebel yang di pakai pada raja-raja muna stelah mereka dan di mulai dari raja muna ke 3 Ambano alias sugi ambano, sugi patani, sugi la ende, sugi manuru, dan la kilaponto alias murhum raja muna 7. sultan buton 1.

Kemarahan Muna terhadap buton karena sapati baluwu ingin menaklukan muna dan melanggar sumpah la kilaponto sehingga di buton pun akhirnya dia di gulingkan. peperangan sangia kaendea dan sapati baluwu selalu di menangkan oleh sangia kaendea sampai akhirnya buton bekerja sama dengan belanda untuk menangkap sangia kaedea melalui cara-cara licik dan di buangnya ke ternate. istri sangia kaendea akhirnya terus melawan VOC dab Buton sehingga LD kaendea kembali menjadi raja muna lagi.

Buton merasa besar karena VOC mendukngnya. sultan buton terlalu banyak terhasut oleh VOC hingga zaman kemerdekaan. sedangkan kerajaan muna mengaggp VOC itu adalah orang-orang kafir yang selalu ingin menjajah nusanrata sehingga terus diperaginya sampi pembubarannya tahun 1910 M.

Jadi kalau sejarah buton di abaikan hari ini dalam sejarah nasional maka kalian harus terima karena Buton dan belanda adalah pihak yang kalah dalam Era Indonesia merdeka.

saya hanya ingin meluruskan sejarah sultra bukan logika menang kala yang saya tonjolkan tapi fakta sejarah yang harusnya di pahami oleh orang2 buton, muna, dan tolaki di Sultra. jadi ketika bg mengagung-agungkan buton secara berlebihan maka buton itu besar karena VOC dan hancur namanya juga bersama VOC dan kami etnis muna dalah etnis yang menang dalam pergulatan politik hingga kemerdekaan indonesia hari ini. jika orang buton masi mengagpp muna adalah kerajan bawahan hingga hari ini maka mohon maaf saya harus katakan sebaiknya orang buton harus mengungsi ke belanda mengikuti tuannya di nderland. karena kami telah menang dan membangun Indonesia.

Tpi jika kalian orang buton mau meluruskan sejarah bersama kami orang muna dan tolaki maka tulislah sejarah yang benar yang kemudian tidak mengerdilkan pihak pihak lain serta ikut bersama-sama membangun sultra karena secara darah kita adalah satu keluarga yang BESAr di Sultra.

saya mohon maaf sebelaumnya jika ada kata yang salah . Selamat menunaikan Ibadah Puasa 1433 H.
Sukses selalu saudaraku. wsalam

mhon maaf lahir dan bathin,,,
sbelumnya,,, baca ulang sejarah jan hanya menurut dari sejarah yg dtulis belanda krna menurut sy,, belanda ahli dlm politik pecah belah,,, bkn cm sulawesi, jawa kalimantan sumatera pun demikian,,, sejarah bnyak yg diputar balikkan,,, kami bangsa buton tidak pernah menganggap voc dalah tuan kami,, sultan buton menjalin kerjasama dgn voc krena berada dlm hegemoni gowa dan ternate yg pd msa itu buton berdaulat dan ingin mmpertahankn kedaulatanx,, baik kesultanan maupun barata,,, sy mlihat info tsb pada saat pelantikan sultan La Ode Muh Djafar sbg sultan buton ke 39… dan tidak akan sy jelaskn lbh lanjut,,, namun sy mmberi info ttg
Sultan Murhum atau Lakilaponto adalah putra Lakina Wuna “Sugi Manuru” buah perkawinannya dengan “Wa Tupabala” Putri Lakina (Adipati) Tiworo Kiy Jula. Sugi Manuru adalah putra Sugi Patani yang merupakan putra Sugi Patola sedangkan Sugi Patola adalah putra Banca Patola Lakina Wuna I. Dalam hubungan itu, Kiy Jula adalah putra Bataraguru, Raja Buton III, buah perkawinannya dengan seorang putri dari Kalaotoa. Bataraguru yang dikenal dengan nama Banca Patola adalah pejabat Lakina Wuna I sebelum menjadi Raja Buton, ia adalah putra Ratu Buton II Bulawambona. Sedangkan Bulawambona tidak lain adalah putrid Ratu Buton I Wa ka ka, buah perkawinannya dengan seorang pangeran putra Raja Manyuba/Jayanegara, Raja Kerajaan Majapahit yang bernama Sri Batara yang dikenal dalam dialek Wolio ”Si Batara”.
Dengan demikian, maka menurut silsilah kekerabatannya, Murhum dari pihak kakeknya (Bataraguru) memiliki hubungan kekerabatan dengan Raja Luwu Bataralattu, sebab kakek Murhum tersebut adalah putra La Baalawu dari perkawinannya dengan Bulawambona Raja Buton II, dimana La Baaluwu tidak lain adalah putra Bataralattu yang mempunyai dua orang putra dan satu orang putrid yaitu :
1. Sawerigading
2. La Baaluwu
3. Watenriabeng
Berdasarkan silsilah itu maka raja-raja Buton dan Muna ada perkaitan kekerabatan yang erat dengan raja Luwu dan kerajaan Majapahit, sebab permaisuri raja Luwu Bataralattu yang bernama “Putri Lasem” saudara kandung Sri Batara (Si Batara) suami Ratu Buton pertama adalah berasal dari kerajaan Majapahit. dimana tidak mngertix anda bahwa la Eli/banca patola/bataraguru bkn org buton??? lakilaponto jg bkn org buton???
brroow,,, kami akui buton kalah di pentas lokal sultra,, kami akui karena adanya lost generation di buton th 60an krna basis pki yg dilncarkn oleh PIHAK yg mrasa bahwa itulh satu2x cra ut mngalahkn kader buton… buktinya…. dibau2 pernah brdiri Prguruan tinggi sp Unhol (unhalu), Unsultra, IKIP, Stain, smuanx pndiric orng buton,, LD. Manarfa, LD Malim,, namun smuax kmbali di falsafh hdup kami yg lbh memaslahatkan umat,,, dulu sbelum sultra trpisah dri sulsel,, ibukota kabx dibaubau,, trpisahpun msih dbau2, stlh mnjadi prov,, dstulah pra elit politik mulai mncari cara,,, awalx kepulauan brgabung nmun krna suatu hal Maaf muna brgabung dgn daratan,,, anda mgkn blm mndengar ksus pmilihan ibukota prov sultra yg dgn licikx mnipu buton,,, maaf ini tdk bsa sy jlaskan lbh lanjut,, namun smua itu kami trima,,,yg pd akhirx kdi mnjdi ibkt prov sultra… namun kader buton tidklh mati,, kader buton bnyak brkiprah dluar sultra… banyakkh kader muna dluar sultra yg brkiprah pd NKRI????? bahkan kader buton pun msih ttp brkiprah diSultra,, LD Hadi,, Ir. Alala,, Ali MAzi,,
maaf sbelumnya,,,
bukti kalian menang hnya sbatas sultra,,,
meskipun dmikian d sultrapun maaf muna msih harus brsaing dgn daratan (tolaki)…. kami buton ttp ingin mngangkat kembali derajat kami sperti org tua janjikan,,, wolio siy amaidi-idi, maka abongka-bongkaia dunia… ilmunya brceceran dluar namun akan kmbali ktanah buton,,,
untuk itu,,, sy mhon maaf jika ada kata2 yg kurang beretika,,, sbenarnya sy hanya ingin mnyatukan pemikiran dgn saudara dri muna dgn tidk mmbawa etnis,, krna dlm sjarah kita satu rumpun,, sy bangga jd org buton,, sy pun bangga jd org muna,, krna masing2 memiliki kelebihan dsamping kkurangan,,,
skali lagi,, mhon maaf lhir bathin,, slamat menunaikan ibadah puasa 1433 H…

walkm salam. sebagai intelektual maka kurang bijak jika kita mengklaim sumber-sumber belanda tidak falid tanpa kita membaca dahulu buku tersebut. dalam hal ini J. couvreur menurut saya sangat obyektif memaparkan sejarah kebudayaan kerajaan muna di tahun yang ditulis 1933-1935. sejujurnya saya hanya ingin meluruskan sejarah sultra yang selama ini bengkok karena ucapan orang2 terdahulu di buton yang terus di re produksi hingga hari ini. (jadi tulisan ini hanya respon balik) saya akan mulai dengan raja muna 1. namanya la eli. dalam epik lagaligo dia membantu sawerigading menaklukan pemerintahan jawa wolio raden setia bongan dan baubesi. batara guru dalam terminologi luwu adalah bita = dataran tinggi dan Ra = Dewa mata hari. jadi bukan batara guru itu orang jawa. dan bukan bahasa sangan sekerta jadi sawerigading dan la eli itu 100 % berdarah Luwuk purba. kemudian generasi raja muna itu uda ke 7 di zaman la kilaponto dan mulea baru raja ke 6 di buton. jadi kami sangant sadar dengan silsila raja kami di muna sehingga tolong jangan saudara orang buton selalu memenggal sejarah la kilaponto yang berdarah muna yang selalu di katakan raja muna ke 3. padahal dia adalah raja muna ke 7. dalam sejarah muna wa kaka tidak di kenal begiru juga ibu la kilaponto. yang disebut hanya ayahnya sugi manuru nazabnya terus ke atas samapi la eli yang ber istri wa tandriabeng adik sawrigading.

Tentang tokoh nasional orang2 buton yang terkenal jadi pembesar nasional saya rasa tidak ada bung selain LD IDA di tanah jawa ini karena saya suda 11 tahun di bogor. saya rasa beliau tokoh nasional hari ini dan mohon maaf orang buton masi kurang di kenal di kancah nasional ini dalam hegemoni politik Nasional.

masalah Ibukota Provinsi sultra itu karena kami orang muna dan tolaki yang berjuang mati-matian melawan belanda di SULTRA sehingga soekarno memindahkan ibu kota itu ke kendari. jadi soekarno paham politik nasional pada saat itu buton masih juga bekerja sama dengan belanda sehingga sultan buton di paksa harus tunduk ke pada NKRI walaupun sultan buton kurang ikhlas.

Masalah PKI bukan hanya buton yang sengsara tapi juga banyak daerah di Indonesia dan penyebanya adala soeharto sehingga 98 dia di gulingkan oleh semua elemen nasional juga.

sejujurnya kami orang muna juga menhargai raja la kilaponto karenah dia adalah putra muna dan raja ke 7 kami. sehingga ketika dia ke buton maka terbangunlah sisitem kaka beradik hingga kami untuk yang ke sekian kalinya tertipu oleh persekongkolan sultan buton adi rachim dan belanda yang mejadikan muna under avdeling pada korte vaklaring tahun 1906 dan 1910 kerajaan muna di bubarkan walaupun kami tetap melawan buton dan belanda hingga indonesia merdeka.

saya hanya menyarankan saudara bahwa sebagai generasi muda kita sebaiknya bepikir obtektif dan ikut meluruskan sejarah yang bengkok dan menyatukan barisan membangun Sultra ke depan. karena sejarah telah membuktikan bahwa persatuan diatas semua golongan akan melahirkan sebuah peradaban tangguh sperti apa yang di lakukan oleh banyak bangsa di dinia hari ini. (sebagaimana samda Nabi Muhammad sesungguhnya orang-orang yang mengagung-agungkan nenenk moyang mereka adalah pebuatan jahilia) . jadi kita suda islam jadi carilah persamaanya tanpa harus mengerdilkan yang lain wsalam)

Dalam sejarah muna di jelaskan bahwa suatu ketika koghua bangkano yang bergelar la patola kamba raja muna ke 2. pergi ke luwu menemui kakaknya runtu wulau raja luwu untuk meminta para budak yang pandai membuat tuak dan perahu. maka dikirimlah beberapa orang ke muna yang salah satunya bernama la tuasari, suatu ketika latua sari sering dicambuka karena terlambat membawa enau ke rumah kediaman raja muna ke 2 sehingga dia sering di cambuk, atas kesedihan dan malangannya maka dia kemudian menuggu pohon enau tersebut sepanjang malam dan ternyata tuak yang di sadapnya itu di curi oleh seorang tukang sihir sehingga dia marah dan berkelahi dengannya. pada saat itu dia menang dan tukang sihir itu pun meminta ampun dan menganjukan permohonan bilamana dia di lepaskan maka akan memenuhi permintaan la tua sari. maka latua sari melepaskannya dan meminta padanya agar di jadikan raja di tempat lain agar bisa seperti tuannya di muna. maka tukang sihir itu memasukannya ke dalam bambu betung dan di temaptkan di pinggir pantai selat buton. suatu ketika seorang nelayan di buton memancing ikan dan tidak mendapatkan ikan selain bambu tersebut. maka berulang2 di lemparkan kailnya maka berulang2 pula bambu itu selalu terkait pada kail pancinganya. maka di angkatlah bambu itu untuk ke sekian kalinya dan di bawah ke rumahnya. di malam hari la tuasari keluar dari bambu dan meminum air di rumah nelayan tyersebut sehingga nelayan itu mengeluh karena setiap malam air yang di simpan di dapur suda tidak ada lagi. setelah dia melacaknya ternyata dalam bambu itu selalu keluar seorang pemuda dan meminum airnya. maka di tangkapnya pemuda itu sehingga latuasari meyerah dan memberikan suatu syarat bila mana bambu itu di taruh di temat raja bula wambona maka dia akan memberikan sesuatu kepada nelayan itu. maka nelayan itupun bersedia menempatkannya di temapt bula wambona. suatu hari bambu itu berubah di depan bula wambona menjadi seorang lelaki dan bula wambona pun kagum akhirnya dia menikahinya. setelah beberapa waktu dia menjadi raja buton, maka la tua sari berenang di suatu danau di muna, maka tanpa di sadarinya ternyata raja muna ke 2 pun mandi di danau yang sama. raja muna terhenyak karena tiba2 melihat la tuasari sedang berenang dan masi terlihat bekas cambukan di belakangnya. karena la tua sari mengetahui bahwa raja muna telah mengetahui identitasnya maka diapun memohon kepada raja muna ke 2 agar tidak membongkar rahasia ini pada istrinya. dan untuk menghargai tuannya di muna diapun menambahkan gelar patola pada namanya untuk menghormati tuannya koghua bangkano di muna.

setelah saya berdiskusi dengan teman dari luwu semalam ternyata sawerigading itu ke china rilau menikahi wacudai adalah pulau selayar. nama selayar dahulu adalah china rilau. dan china di darat namanya kerajaan siang di daerah makasar sekarang.

jadi secara silsial buton dan muna itu mulai menjadi 1 keluarga di zaman la kilaponto alias murhum karena sugi manuru punya istri 3 dan anaknya 14 orang. dari ke 3 istrinya la kilaponto mempunyai ibu berdarah muna asli. dan 1 dari tolaki dan satu dari luwuk.

tanpa merendahkan siapapun saya hanya mau meluruskan sejarah muna buton yang bersaudara sejak zaman la kilaponto. jadi saya harap orang buton jangan berkecil hati karena lagi pula orang-orang buton hari ini pada golongan la ode itu semua telah berdarah muna campuran arab syeh ambdul wahid cucu nabi. maka kita sebagai turunan nabi besar Muhammad SAW wajib menjaga persaudaraan. wsalam.

ass..wr..wb. Sblmx mohon kiranya disini jgn terlallu membanggakan suku m,asing2.menurut sejarah yg saya pahami bhw muna adalah bharata dr kesultanan buton.kata bharata ini jgn dianggap sebagai daerah jajahan atau kekuasaan dr kesultanan buton,tetapi sbgai daerah otonom tersendiri bg muna.dimana tugas bharata ini sebagai bentuk pertahanan kesultanan buton dr 4 penjuru yg biasa dsbt bharata patapalena yaitu bharata tiworo,muna,kulisusu dan kaledupa.setiap bharata diberi wewenang utk mengurus daerahx masing2.klo dikatakan muna lbh tua dr buton itu tdk bnr.klopn muna lebih tua mengapa rmh adatx hrs mengadopsi rmh sultan buton?????? Artix disini buton lbh awal sehingga kebudayaan muna baik dr pakaian,rmh adat dll indentik dgn buton.kemudian gelar la ode merpkn gelar bangsawan buton bkn dr daerah lain.cm saat ini slh satu bharata kesultanan buton tidak lg mengakui eksistensinya di kesultanan buton yaitu muna.q snri bkn org buton.thanks

lo salah bung sistem kerjaan muna dan buton itu di bangun atas kesepakatan kaka beradik la kilaponto (Murhum, la tolalaka) dan adiknya la possaso. jadi semenajk itulah hegemony kerajaan muna baik di buton maupun di kendari serta banggai juga mulai terlihat. saya hanya sarankan sebaiknya baca buku J. couvreur. etnografish overzich van moena. sebenarnya buku itu mwluruskan sejarah muna buton yang selama ini tidak clear.

satu2nya buku yang menjadi pegangan sjara muna cuma j.covreur…. tdkkh u mrenung trlebih dhulu,, klian yg tdk sk brsahabat dgn kafiri walanda malah mnjadikan bukunya sbg pgangan,, bkn naskah dri kalangan sndiri… politik memecah belah buton dan bharatnya yah cuma lwt tulisan itu.
maaf bung sjarah telah mncatat bahwa buton lbh dlu dr muna pejabat,,lakina wuna I adalah raja buton III… itu yg tdk klian trima,, shingga mencari2 dan mmbegkokkan sjarah… mkx bung bca buku adat fiy darul butuuni wal munajat…dst rahasianya trungkap…
skrg klian brani mgaku bhwa adat. tataran pmerintahan, rmh adat dll dicontoh dri muna,, maaf bung sjak dahulu pusat pmerintahan dan pendidikan itu dbuton…trlebih lgi klian tahu lakilaponto prnah mnjadi raja muna,, itu yg mnjadi dsar klian untuk mmbalikkn fakta…maaf bung msih bnyak yg prlu bung teliti,, krna ilmu bung msih kurang,,,

Lo neh dri rdkasinya aja ktauan kalo ente ini gk sekolah. Dsar cucu la tuasari dri dlu pikrannya jongkok. Mkanya bton gk maju2.

Aro Laboa.
Asswrwb..alangkah bijakx kt sbg generasi yg hdp di era IT skrg ini marilah kt menjadikan sejarah sbg bntuk pengetahuan dan ilmu yg bisa dtrapkan dlm keh sehari-hari, sejarah adalh cerita dan ktka berlnjut pst ada kurangnya dan jg pst ada lebihnya. sama jg dgn umat Muhammad yg terkadang berbeda dlm menafsirkan ajaran2 Islam sehinggah melahirkan banyak faksih2 yg saling membunuh. Itulah yg di takutkan oleh baginda Muhammad sblum Beliau wafat. Kebenararan hanya milik Allah SWT krn hanya Dia maha tau..wasss.
slmat mnjlankan ibadah puasa. aminn.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

November 2007
S S R K J S M
« Sep   Des »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Blog Stats

  • 407,025 hits
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: